Monday, November 18, 2019

Kamu Hobi Fotografi? Dapatkan Penghasilan dari 5 Situs Ini

Kamu Hobi Fotografi? Dapatkan Penghasilan dari 5 Situs Ini

Untuk kamu mahasiswa yang menggeluti dunia fotografi ataupun desain grafis, kini kamu bisa mendapatkan penghasilan dari setiap jepretan kamera ataupun dari desain yang kamu buat.

Kini sudah banyak sekali situs bahkan aplikasi smarpthone yang menyediakan layanan penjualan stok foto dan desain.

Nah, ini bisa menjadi peluangmu untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari foto atau desain yang telah kamu buat.

Ok, langsung saja berikut 5 situs terpopuler untuk menjual foto secara online :

1. Shutterstock


Website ini adalah yang paling terkenal dan terbesar dari situs-situs sejenis lainnya.

Pasalnya, situs ini menyediakan berbagai macam stok foto dan desain grafis yang sangat lengkap.

Jumlah bayaran yang akan kamu dapatkan jika foto atau desain kamu terjual adalah 30% dari harga yang tertera.

Namun sebelum kamu menjual hasil karyamu, kamu harus memiliki passport terlebih dahulu saat pertama kali mendaftar.

2. Dreamstime



Situs ini juga memiliki fitur yang sama dengan Shutterstock.

Hanya saja, di Dreamstime ini, jumlah royalti yang akan kamu dapatkan dari hasil foto yang terjual bisa lebih tinggi.

Kamu bisa mendapat 25–50% dari hasil foto kamu yang terjual.
Banyak photografer lebih memilih situs ini, karena memang royalti yang disediakan cukup besar.

3. iStockPhoto


StockPhoto ini juga termasuk sebagai salah satu situs yang menyediakan stok foto berbayar.

Untuk kamu yang memiliki hasil karya fotografi atau desain grafis, maka kamu bisa menguploadnya di iStockFoto ini.

Jumlah royalti yang bisa kamu dapatkan dengan terjualnya stok foto atau desain kamu berkisar antara 15% - 45%. Jumlah royalti ini sendiri tergantung dari popularitas dari gambar tersebut.

4. Alamy



Di situs ini, kamu bisa menemukan lebih dari 100 juta foto yang telah diupload oleh berbagai user di seluruh dunia.

Stok foto tersebut pun nantinya akan dibagi berdasarkan kategorinya seperti landscape, traveling, wildlife, dan lain sebagainya.
Jumlah royalti yang bisa kamu terima setiap stok foto kamu yang terjual adalah sebesar 50%.

5. SmugSmug Pro



Situs yang terakhir yang bisa kamu gunakan untuk menjual stok foto kamu adalah SmugSmug Pro.

Di situs ini kamu akan mendapatkan royalti sebesar 85% dari setiap foto yang terjual.

Hanya saja, di situs ini kamu diharuskan membayar iuran bulanan sebesar $12,5 atau jika dirupiahkan sekitar 166 ribuan setiap bulannya.

Di sini kamu juga bisa dengan bebas untuk memasang harga untuk stok foto yang kamu upload tersebut.

Demikian artikel mengenai situs yang bisa menjadi referensi kamu dalam menjual foto atau hasil karya desainmu, semoga dapat bermanfaat.

Monday, November 11, 2019

Pertimbangkan Hal Penting Ini Bila Ingin Bekerja Sambil Kuliah Nantinya

Waktu dibangku sekolah pasti kamu pernah sesekali membayangkan atau bertekad ingin bekerja sambil kuliah, bener ga?

Kalau iya, coba pikir-pikir lagi deh.

Pada kenyataannya, tidak banyak mahasiswa yang mampu bekerja sambil kuliah.

Karena, kedua hal tersebut cukup berat untuk dijalankan sekaligus.


Kebanyakan mahasiswa yang sudah mengenal pekerjaan dan uang, akan lebih fokus kepada pekerjaan dan menjadi malas kuliah.

Maka dari itu, sebelum memasuki dunia perkuliahan, berikut 4 hal penting yang patut kamu pertimbangkan jika ingin bekerja sambil kuliah nantinya.

1. Buatlah Perencanaan Jurusan Kuliah

Sebelum kamu mendaftar ke perguruan tinggi ada baiknya kamu merencanakan jurusan apa yang akan kamu pilih.

Memilih jurusan kuliah sangat penting bagi kamu yang ingin bekerja sambil kuliah.

Ada baiknya kamu tidak memilih jurusan dengan tugas atau beban pelajaran berat, seperti Kedokteran, Desain Komunikasi Visual (DKV), dll.

Karena beban tugas atau pelajaran tersebut pasti bisa memengaruhi fleksibilitas waktu dan performa kerja kamu nanti.

2. Jurusan Kuliah Kamu Sejalan dengan Pekerjaan

Jika kamu memilih jurusan kuliah yang sejalan dengan pekerjaan, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan.

Penyelesaian tugas-tugas kuliah menjadi lebih mudah karena kamu terbiasa menghadapi tugas yang serupa dengan dunia kerja.

Sebaliknya, pelajaran yang kamu dapatkan selama kuliah, dapat kamu aplikasikan secara langsung saat kerja.

3. Lihat Karakteristik Pekerjaan

Bekerja sambil kuliah juga membuat kamu wajib memperhatikan karakteristik pekerjaan kamu.

Jika kamu ingin bekerja, diusahakan kamu memilih pekerjaan yang jarang lembur dan dekat lokasi rumah, kampus atau kos atau mungkin kalau jauh bisa bekerja secara remote.

Hal ini akan membuat kamu tetap punya energi untuk kuliah.

4. Kamu Harus Memiliki Stamina yang Kuat

Supaya tubuh tak mudah sakit-sakitan selama bekerja sambil kuliah, saatnya kamu berusaha hidup sehat.

Karena bekerja sambil kuliah sangat menyita waktu serta menguras tenaga dan pikiran.

Kamu harus selalu mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga.

Nah, kamu sudah paham kan tentang hal-hal penting saat ingin bekerja sambil kuliah?

Saatnya kamu mempersiapkannya!

Monday, November 4, 2019

Mau Kuliah Sambil Bekerja? Inilah 8 Rekomendasi Kerja Part Time yang Bisa Kamu Coba

Sebagai mahasiswa, pastinya kita ingin sekali bisa bekerja sambil kuliah.

Tidak hanya mendapatkan uang untuk jajan, bekerja sambil kuliah juga bisa menambah pengalaman bekerja.

Namun, karena bekerja sambil kuliah itu sangat berat, pastinya kamu bertanya-tanya…

Apa saja lowongan pekerjaan yang bisa diambil saat kuliah?

atau…

Apa pekerjaan yang cocok jika saya sedang kuliah?



Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, berikut ini ada beberapa rekomendasi pekerjaan part-time yang bisa kamu coba.

1. Asisten Dosen atau Asisten Praktikum

Jika kamu memiliki nilai kuliah yang bisa dikatakan bagus, dan kamu ingin merasakan bagaimana caranya mengajar, kamu bisa bekerja sebagai asisten dosen, atau asisten praktikum.

Selain menambah pengalaman, membagikan ilmu, dan mendapatkan bayaran, kamu juga bisa mengasah keterampilan berbicara di depan banyak orang.

2. Berwirausaha

Kamu bisa menjual beberapa karya, atau barang dagangan kepada teman-teman kampusmu.

Atau kamu juga bisa menjualnya secara online.

Kamu memiliki banyak keuntungan jika berjualan saat masih menjadi mahasiswa.

Dengan berwirausaha kamu akan memiliki pengalaman berbisnis.

3. Menjadi Penulis Artikel Freelance

Suka menulis?

Jadilah penulis artikel di internet.

Banyak website yang bisa kamu coba untuk mendapatkan uang dari menulis artikel, seperti idntimes, babe, jalantikus, dll.

Hanya bermodal laptop, dan internet kamu sudah bisa menghasilkan uang sendiri.
 
4. Menjadi Blogger

Mirip dengan penulis artikel, hanya saja perbedaannya kamu harus memiliki sifat yang tekun, dan pantang menyerah untuk menggeluti dunia Blogging.

Untuk mendapatkan uang dari Blog mungkin kamu harus menempuh waktu yang lama agar bisa mulai menghasilkan uang, karena kamu harus memulainya dari 0.

Tetapi dengan menjadi Blogger, kamu bisa mengasah skill menulis, dan bisa menambah isi portofolio saat ingin melamar kerja.
 
5. Pelayan Restoran ataupun Kafe

Bekerja menjadi pelayan restoran ataupun kafe bisa menjadi alternatif pekerjaan yang bisa kamu coba jika ingin bekerja sambil kuliah.

Manfaat yang kamu dapatkan saat menjadi pelayan kafe sangat banyak.

Kamu bisa belajar bagaimana menghadapi berbagai jenis orang, dan juga mengendalikan emosi, walau kamu sedang lelah.

Mungkin nantinya cara berpikir kamu bisa berubah dan memiliki pengalamaan lebih dari teman-teman kamu.

Tertarik mencobanya?

6. Penyiar Radio

Kamu handal dalam public speaking?

Tidak ada salahnya kamu menjadi penyiar radio.

Dengan menjadi penyiar radio kamu bisa melatih lagi public speaking kamu, dan bisa mendapatkan pengalaman tambahan untuk bekerja nanti.

7. Desainer Grafis Freelance

Kalau kamu adalah mahasiswa DKV ataupun punya hobi dalam desain grafis, kamu bisa menjadi desainer grafis freelance.

Kamu bisa mulai dengan mengikuti kompetisi desain yang ada di internet, seperti 99design, sribu, dll.
Selain bisa menyalurkan hobi, menjadi desainer grafis freelance juga bisa memperkaya CV kamu nanti.

Lumayankan?

8. Menjadi Youtuber

Agak nyeleneh ya? Hahaha.

Tapi sebenarnya tidak juga.

Sekarang menjadi seorang Youtuber adalah sebuah profesi.

Banyak dari mereka diluar sana yang ingin menjadi youtuber karena penghasilannya yang lumayan besar.

Namun, ingat! Buatlah konten yang bermanfaat dan mendidik untuk orang lain, dan jika kamu sudah bisa menghasilkan uang sendiri, jangan lupakan kuliahmu ya.

 Baca Juga : 11 Situs Lowongan Kerja Terbaik dan Terpercaya 2019

Itulah 8 rekomendasi pekerjaan part time yang dapat kamu coba.

Jika kamu ingin bekerja sambil kuliah, setidaknya kamu harus bisa membagi waktu, dan mengerti tentang mana hal penting, dan mana hal yang bisa kamu kerjakan nanti.

Selamat mencoba!

Thursday, October 31, 2019

7 Tips Sederhana untuk Menjadi Sukses dari Mark Zuckerberg

Sebagai mahasiswa ataupun pelajar, apa tujuan yang ingin kamu capai?

Pasti salah satu tujuan kamu adalah ingin menjadi orang yang sukses, dan bisa membanggakan kedua orang tua.


Oleh sebab itu, berikut ada beberapa tips yang bisa kamu petik dari Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook yang dikutip dari elitedaily.com.

1. Miliki Mimpi Besar dan Jadilah Ambisius

Bangun sesuatu yang membuat perubahan positif yang sangat besar di dunia, dan akan berdampak pada banyak generasi yang akan datang.

Mulailah dengan langkah kecil, tetapi berpikirlah besar, dan siap mengorbankan apapun untuk membuat impian kamu berhasil.

2. Sukses Ada Setelah Kegagalan

Sebelum membuat Facebook Mark Zuckerberg telah lebih dulu membuat situs yang bernama Facemash.

Namun, realitanya Facemash tidak berkembang baik, atau bisa dikatakan gagal.

Dan akhirnya ia justru bisa berinovasi dari kegagalan Facemash, dan terciptalah Facebook.

3. Jangan Takut untuk Mengambil Resiko

Seperti yang kita ketahui pada saat Facebook telah berhasil dibuat. Banyak orang yang mengantri untuk membelinya.

Tapi apa yang terjadi?

Zuck (sapaan akrab Mark Zuckerberg) tetap tidak ingin menjual Facebook dan ingin mengembangkannya terus.

Ia berani mengambil resiko untuk terus mengembangkan Facebook.

4. Tetaplah Rendah Hati, dan Sederhana

Meskipun Mark Zuckerberg sudah menjadi jutawan kaya raya di usia muda, tetapi ia tidak lantas berfoya-foya dengan harta kekayaannya.

Dibandingkan untuk membeli rumah mewah dan mobil mewah, dia lebih fokus menghabiskan uangnya untuk terus mengembangkan teknologi facebook.

5. Lakukanlah yang Terbaik

Lakukan segala sesuatu yang bisa kamu lakukan untuk membuat impian kamu menjadi kenyataan.
Bekerja keraslah untuk mencapai apa yang kamu inginkan.

Bersiaplah untuk membuat banyak pengorbanan dalam perjalanan menuju mimpi kamu.

Baca Juga :  Rekomendasi Usaha Sampingan Buat Kamu yang Super Sibuk

6. Percaya Pada Diri Sendiri, dan Tetap Fokus

Selalu percaya pada diri sendiri dan jangan pernah meragukan kemampuan kamu.

Dan jangan pernah membiarkan seseorang mengsisi kamu dengan hal negatif.

Tetaplah fokus tanpa henti untuk memperbaiki tujuan kamu.

7. Berdiri Menuju Tekanan

Kamu harus memiliki visi dan keberanian untuk bertahan menghadapi tekanan, baik internal maupun eksternal.

Kemampuan kamu untuk bertahan menghadapi tekanan akan membantu kamu tetap berada di jalur, dan tidak pernah menjauh dari visi dan tujuan kamu.

Semoga bermanfaat!

Monday, October 28, 2019

7 Penyebab Utama Mahasiswa Tidak Kunjung Lulus Kuliah

Kamu pernah mendengar dengan istilah "Mahasiswa Abadi"?

Mahasiswa abadi adalah mahasiswa yang tidak kunjung menyelesaikan kuliahnya untuk lulus. Tidak hanya lama, mereka juga tidak jelas kapan ingin lulus.

Biasanya banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.


Nah, berikut 7 alasan yang paling sering mereka lontarkan saat mereka tak kunjung lulus kuliah.

1. Salah Jurusan

Biasanya faktor atau alasan ini terjadi, karena jurusan yang telah dipilih tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Bisa jadi karena mata kuliah yang terlampau sulit ataupun di semester awal nilai-nilai sudah pada jelek.

Jadi makin malas untuk kuliah.

2. Terlena Kebebasan Jauh dari Orang Tua

Jauh dari orang tua juga menjadi faktor yang paling sering dialami mahasiswa yang tak kunjung lulus.

Mereka terkadang memanfaatkan kebebasan secara berlebihan.

Seperti main hingga lupa waktu, nongkrong, pacaran, begadang dan hal-hal lainnya yang mereka tak bisa mereka dapatkan saat bersama orang tua.

3. Nilai Semester Awal Tidak Sesuai Harapan

Di kampus biasanya ada 2 tipe mahasiswa, yaitu :

jika gagal, mereka menyerah

atau…

jika gagal, mereka bangkit.

Nah, jika belum bisa menghadapi perkuliahan, kebanyakan dari mereka akan menyerah saat mereka gagal mendapatkan nilai bagus diawal semester.

Ini akibat dari orang tua, maupun lingkungan masyarakat yang biasanya memandang IPK adalah sebuah keharusan mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan bagus.

Akibat dari nilai semester awal yang buruk, mereka jadi malas untuk kuliah dan akhirnya mereka bisa tidak lulus-lulus, pindah jurusan ataupun di DO.

4. Menekuni Hobi secara Berlebihan

Terkadang hobi yang terlalu berlebihan akan menyita banyak waktu, dan urusan kuliah malah terlewatkan.

Memiliki hobi boleh, tapi kamu juga harus bisa mengatur waktu untuk belajar agar bisa lulus kuliah.

5. Sudah Bisa Mendapatkan Uang Sendiri

Alasan yang satu ini juga menjadi alasan paling banyak bagi mereka yang tidak kunjung lulus kuliah. Ini karena mereka sudah bisa mendapatkan pekerjaan mereka sendiri saat kuliah.

Alasannya cukup sederhana dan logis. Kita kuliah untuk mendapatkan ilmu dan gelar. Maka ilmu dan gelar tersebut bisa membantu kita mencari pekerjaan.

Jika kita kuliah, dan sebelum lulus sudah mendapatkan pekerjaan, maka kita akan beranggapan bahwa kuliah membuang-buang waktu dan uang.

Lebih mending kerja, benar tidak?

Biasanya mereka mengambil cuti kuliah untuk sementara, mengundur-ngundur sidang skripsi, atau bahkan keluar dari kampus.

6. Tidak Bisa Menghadapi Realita

Biasanya faktor ini paling sering dijumpai MABA(mahasiswa baru) yang baru mengenal kuliah ataupun mereka yang belum bisa mandiri.

Mereka masih terbiasa dengan sistem sekolahnya dahulu, dan menganggap lulus adalah suatu hal yang mudah.

Akhirnya mereka frustasi serta jadi malas untuk mengikuti perkuliahan.

7. Malas Mengerjakan Skripsi

Untuk mengerjakan skripsi memang membutuhkan motivasi yang kuat.

Mahasiswa-mahasiswa yang pintar dan berprestasi dikampus terkadang juga masih suka malas mengerjakan skripsi.

Selain malas, banyak faktor lain yang mendukung untuk tidak mulai mengerjakan skripsi.

Seperti dosen bimbingan yang sulit ketemu, sibuk dengan urusan di luar kuliah, selalu bilang "besok deh ngerjainnya", kurangnya membaca referensi jadi tidak tahu mau menulis apa, dll.

Baca Juga : 5 Cara Mengisi Waktu Luang Kuliah agar Lebih Bermanfaat

Sebenarnya apapun cobaan yang kamu hadapi saat kuliah, dari membuat tugas yang susah, sampai skripsi yang bisa buat kamu gila, adalah proses yang akan indah pada waktunya.

Tetap semangat!

Monday, October 21, 2019

Ini Alasan Logis Kenapa Orang Malas Berpeluang Menjadi Sukses

Malas biasa kita anggap adalah kebiasaan buruk.

Namun, bagaimana jika anggapan itu salah?

Bagaimana jika kemalasan bisa membantu kita menjadi lebih sukses?


Kamu tidak asing kan dengan quote diatas?

Ya, bahkan Bill Gates sekalipun mencari orang malas untuk menjadi karyawannya.

Kok bisa ya?

Dilansir dari lifehack.org, berikut adalah beberapa alasan logis kenapa orang malas bisa lebih mungkin menjadi sukses :

1. Mereka Inventif

Orang malas sangat kreatif dalam mengatur pekerjaan mereka.

Mereka tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak perlu.

Terkadang saat orang malas sedang bosan, maka muncullah kreativitas.

Orang malas selalu berusaha membuat hidup mereka menjadi lebih mudah.

Bahkan Einstein pun pernah mengatakan :

"Kebosanan adalah alat hebat untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas Anda."- Albert Einstein

2. Mereka Memiliki Jiwa Entrepreneur

Mereka selalu memiliki pemikiran bahwa bekerja diperkantoran, dan melakukan hal-hal monoton setiap hari, adalah kegiatan yang merepotkan dan membosankan.

Mereka ingin hidup santai, dan tidak diatur oleh siapapun.

Akibatnya orang malas memiliki banyak gagasan/ide serta pemikiran dan tanggung jawab mereka sendiri.

Tentunya setelah mereka emiliki ide tersebut, mereka ingin berusaha untuk membuat ide tersebut menjadi kenyataan.

3. Mereka Tahu Kapan Harus Beristirahat

Yang paling penting adalah mengetahui kapan harus rileks.

Karena semakin lama, dan banyak energi yang dikeluarkan seseorang, maka bisa mengurangi tingkat fokus dan konsentrasi saat bekerja.

Orang malas tahu kapan dia butuh istirahat jika telah melakukan suatu pekerjaan.

4. Mereka Lebih Santai

Orang malas tidak terburu-buru dengan segala hal dan tidak cepat berpindah dari satu hal ke hal lainnya.

Mereka akan mengerjakan tugas demi tugas dengan bertahap.

Orang malas, disisi lain, memiliki lebih sedikit kekhawatiran, dan dengan tenang melakukan pekerjaan mereka

5. Mereka Tahu Tujuan Mereka

Orang malas tahu bagaimana memprioritaskan dan memusatkan perhatian pada tujuan mereka sendiri, bukan pada hal lain yang dipaksakan oleh orang lain.

Mereka terlalu malas untuk memperhatikan prioritas orang lain.

Mereka lebih memilih mengikuti kata hati mereka sendiri dari pada mengikuti perkataan orang lain.

Jadi mereka bisa lebih fokus pada kepentingan mereka sendiri.

Oke, sekian tulisan kali ini tentang alasan logis orang malas berpeluang sukses. Semoga bermanfaat!

Monday, October 14, 2019

10 Hal yang Hanya Dirasakan oleh Kamu yang Kuliah Sambil Kerja

Menjadi mahasiswa itu terkadang susah-susah gampang.

Ada kalanya kita sebagai mahasiswa sering kehabisan uang saku diakhir bulan karena ada beberapa pengeluaran tak terduga, seperti membeli peralatan kuliah, buku ataupun membeli course di internet.

Mau minta ke orangtua? Hmmmm, rasanya tidak enak.

Maka, cara yang paling ampuh untuk mendapatkan uang saku tambahan adalah dengan bekerja part-time atau freelance.


Sayangnya, kerja dan kuliah adalah dua hal yang berbeda.

Prioritas utama kita sebagai mahasiswa adalah belajar, dan bisa lulus kuliah tepat waktu. Kamu harus bisa bertanggungjawab dengan jadwal kuliah, tugas, ataupun kuis dadakan.

Sedangkan saat bekerja, kamu harus menghadapi tugas, tantangan baru dan lingkungan kerja.

Hmmm sulit.

Namun, kalau kamu tetap ingin bekerja sambil kuliah, beberapa hal ini pasti akan kamu alami saat menjalankannya keduanya :

1. Hari sabtu dan minggu menjadi korbannya

Libur? Apaan tuh?

Buat kamu yang kuliah sambil kerja, pastinya sudah tidak kenal dengan namanya hari libur hehehe.

Sabtu harus menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, dan minggunya harus menyelesaikan tugas kuliah yang akan dikumpulkan keesokan harinya.

Waduh.

2. Jadwal kuliah kosong? Saatnya kembali bekerja.

Terutama bagi kamu mahasiswa yang mengambil kerja freelance.

Agar pekerjaan bisa selesai sebelum deadline, maka satu-satunya cara adalah mengerjakan pekerjaan tersebut saat ada jadwal kuliah yang kosong.

3. Berhadapan dengan banyak deadline

Tugas kuliah dan tugas kerjaan akan bercampur aduk, dan pasti ada saja kerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat.

Tugas kuliah yang muncul bertubi-tubi setiap harinya, ditambah dengan tugas dari kantor yang harus selesai progresnya tiap minggu, mau tidak mau memaksa kamu untuk pintar mengelola waktu.

Apalagi kalau deadline kerjaan, dan tugas kuliah berbarengan. Pintar-pintar mengatur waktu ya.

4. Ada rasa bangga, ketika kita bisa tidak merepotkan orangtua

Akan muncul rasa bangga saat pertama kali mendapatkan gaji pertamamu.

Orangtua juga akan sangat senang jika kamu bisa mendapatkan penghasilan sendiri tanpa meminta-minta orangtua.

Segala jerih payahmu akan membuat orangtuamu lega.

5. Banyak ilmu dan pengalaman baru mengenai dunia kerja

“Oh begini ya rasanya kerja nanti”. Itu adalah salah satu kata yang kita ucapkan saat pertama kali mendapatkan pekerjaan.

Kita tentunya mendapatkan pengalaman berharga yang tidak didapatkan oleh teman-temanmu yang hanya kuliah saja. Kamu akan lebih siap untuk memasuki dunia kerja.

6. Waktu bermain jadi kurang

Tentunya waktu bermain akan terpotong karena harus menyelesaikan berbagai tugas.

Yang mungkin biasanya bisa bermain salam 2–4 jam per hari, bisa terpangkas hingga 30 menit per hari. Bahkan tidak main sama sekali.

7. Terbiasa kurang tidur

Tugas dan kerjaan belum selesai padahal sudah mendekati deadline?

Yup, mau tidak mau harus mengerjakan tugas hingga selesai. Terkadang begadang sudah menjadi rutinitas sehari-hari.

8. Pernah bolos kelas karena lembur

Kalau tidak bisa membagi waktu dengan benar, mahasiswa yang kuliah sambil bekerja memiliki kesempatan lebih tinggi untuk tidak masuk kelas.

Apalagi kalau ada kelas pagi, mending lanjut tidur.

9. Menjadi lebih disiplin

Hal yang akan kita rasakan selepas selesai bekerja, adalah memiliki prinsip menghargai waktu.

Kamu akan terbiasa mengerjakan tugas tepat waktu ataupun datang ke suatu acara tepat waktu.

Kamu akan memiliki mindset bahwa waktu tidak boleh terbuang dengan sia-sia.

10. Ahli dalam perencaan keuangan

Kamu mulai bisa mengatur keuangan pribadimu dengan baik.

Kamu tentu tidak mau menghamburkan uang gajian mu dengan hal-hal yang tidak berguna.

Sebisa mungkin gajimu untuk di investasikan ataupun ditabung untuk masa depan.

Kamu mulai memahami cara membagi antara keinginan dan kebutuhan.

Baca Juga :  Universitas Swasta Terbaik Ini Setara Dengan PTN, Ada Kampusmu?

Itulah beberapa hal yang dirasakan oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.

Kamu termasuk orang yang hebat lho kalau bisa membuat keduanya seimbang. Tidak banyak orang yang bisa melakukan hal tersebut.

Kuncinya adalah pintar mengatur waktu.

Jadi, tetap semangat! Semua kerja kerasmu saat ini akan membuahkan hasil nantinya.