Defisit Insinyur, Berikut Tips Mahasiswa Teknik Menghadapi Dunia Kerja - Portal Mahasiswa
News Update
Loading...

Wednesday, July 18, 2018

Defisit Insinyur, Berikut Tips Mahasiswa Teknik Menghadapi Dunia Kerja

Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan insinyur profesional.

Padahal setiap tahun, terdapat sekitar 75 ribu lulusan mahasiswa teknik dari kampus-kampus di Tanah Air yang seharusnya mampu mengisi kebutuhan tersebut.


Sayangnya dari jumlah tersebut yang menjadi insinyur profesional hanya 10 sampai 12 ribu orang.

Secara umum, rasio jumlah insinyur di Indonesia per satu juta penduduk yakni hanya 2.671 orang dan merupakan yang terendah dibandingkan dengan beberapa negara lain seperti :

1. Malaysia 3.333 orang
2. China 3.380 orang
3. Thailand 4.121 orang
4. Vietnam 9.037 orang
5. dan Brasil 3.053 orang.

Kondisi inilah yang menjadi peluang besar bagi lulusan teknik untuk terjun bekerja di dunia industri atau lapangan kerja yang sebidang.

Namun justru banyak para freshgraduate tidak memiliki skill dan kemampuan yang menunjang perusahaan tempatnya bekerja.

Dan kondisi inilah yang membuat para penyeleksi tenaga kerja ragu dengan lulusan teknik di Indonesia hingga lebih memilih tenaga kerja dari luar negeri dengan kompetensi yang mumpuni.

Dan di kesempatan ini, Arkastra selaku founder media komunitas Anak Teknik Indonesia juga selaku Insinyur di bidang ketenagalistrikan PLN ingin berbagi tips untuk kamu para mahasiswa teknik.

Sebagai bekal dalam mempersiapkan beberapa parameter untuk terjun di dunia kerja.

Silahkan simak tipsnya berikut ini :

1. IPK memang penting, tapi skill jauh lebih penting

Perlu diketahui bahwa IPK atau Index Prestasi Kumulatif merupakan parameter kemampuan mahasiswa selama periode tertentu yang dihitung berdasarkan jumlah SKS.

Sedangkan skill adalah kemampuan mahasiswa dalam menghadapi sebuah masalah yang ada pada lapangan.

Namun kebanyakan mahasiswa lebih mementingkan IPK ketimbang skill karena IPK masih menjadi tolak ukur kepandaian.

Padahal skill jauh lebih dibutuhkan dalam dunia kerja.

 Jadi cobalah untuk lebih sering mengikuti pelatihan-pelatihan di bidang mu. Seperti pelatihan K3, pemrograman, permesinan, dll.

2. Dunia kerja itu terkadang keras, imbangi dengan badan mu yang sehat

Hampir seluruh perusahaan terutama BUMN memiliki syarat bagi calon tenaga kerja nya untuk berbadan sehat.

Sehat yang dimaksud adalah luar dan dalam. Baik dari kesehatan tubuh dari ujung kepala hingga kaki.

Bahkan juga kesehatan bagian dalam tubuh.

Sehingga pola konsumsi, pola istirahat selama mahasiswa harus dijaga agar dalam dunia kerja nanti masalah kesehatan tidak membuat mu gagal menjadi seorang insinyur.
Baca Juga : Rasanya Jadi Mahasiswa Salah Jurusan
3. Tak hanya kondisi kesehatan fisik, mental dan psikologi mu juga harus sehat

Seluruh perusahaan pasti mewajibkan tes mental dan kejiwaan bagi seluruh calon karyawannya.

Apalagi insinyur yang notabene sebagai penggerak roda perekonomian sebuah perusahaan haruslah memiliki kondisi mental dan kejiwaan yang prima.

Karena lingkungan kerja yang keras, kita sebagai insinyur haruslah mampu mengatasi problem yang ada dengan tanpa pandai mengeluh apalagi putus asa.

Selain itu sifat kritis dan tak gampang menyerah dalam suatu keadaan juga menjadi tolak ukur di beberapa perusahaan.

4. Bangun relasi dan komunikasi dengan alumni / senior

Relasi dalam dunia kerja itu penting.

Selain sebagai cara untuk mendapat informasi tips trik dalam menghadapi tes atau gambaran dunia kerja nanti.

Relasi dengan alumni juga bisa menjadi cara tiket "spesial" untuk bisa masuk ke tempat kerja yang diinginkan.

Jadi jangan malu-malu untuk bertanya dengan senior mu yaa..

5. Prestasi selama mahasiswa bisa menjadi tiket emas masuk perusahaan yang diinginkan 

Selama menjadi mahasiswa jangan sampai sia-siakan waktumu.

Karena mahasiswa adalah moment untuk berkarya dan berkontribusi untuk orang-orang sekitar lewat prestasi kita.

Banyak sekali event / perlombaan untuk bisa kita ikuti. Dan bonus dari event adalah sertifikat. Inilah salah satu tiket emas dan poin lebih untuk kamu para pencari kerja.

6. Hardskill penting, tapi jangan lupakan softskill

Hardskill sudah pasti didapat oleh semua kalangan mahasiswa.

Apalagi mahasiswa teknik yang memiliki SKS yang padat dengan teori dan praktek yang harus dikuasai.

Namun jangan salah, bahwa ilmu yang ada di luar kelas juga penting. Seperti kegiatan UKM, Hima, BEM, dll.

Karena disanalah kita bisa belajar berkomunikasi, berorganisasi, membangun tim dalam mewujudkan keinginan bersama.

Bagaimana sobat teknik? Sudah mempunyai gambaran untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja? Sebenarnya masih banyak parameter lain yang gak bisa disebutkan satu-satu.

Namun ini adalah garis besar dari pengalaman yang sudah ada.

Semoga bermanfaat.

Untuk lebih jelasnya, bagi kamu mahasiswa teknik bisa bergabung di www.anakteknik.com untuk informasi lebih lengkap terkait dunia insinyur dan keteknikan.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Jangan lupa difollow ya instagram kami @portalmahasiswa.id
Done