Waspada! Pertanyaan Penting Ini Jadi Penentu Saat Wawancara Kerja

Persiapkan diri menghadapi sejumlah pertanyaan wawancara kerja ini supaya tes wawancara kamu berjalan sukses.

Baru lulus SMA/SMK atau lulus kuliah?

Bisa jadi kamu tengah bersiap untuk melamar pekerjaan.


Selain menyiapkan CV atau resume yang bagus, kamu juga perlu memupuk mental agar tangguh saat menjalani berbagai tes.

Pengalaman pertama memang selalu mendebarkan, begitu juga dengan melamar kerja pertama kalinya.

Apalagi, kamu belum pernah tahu prosesnya seperti apa.

Rangkaian tes penerimaan pegawai cukup panjang dan lama. Kebanyakan didahului dengan tes pemeriksaan psikologis dan atau tes kemampuan dasar (matematika, bahasa Inggris) sesuai posisi pekerjaan yang kamu tuju.

Jika kamu berhasil lolos, barulah kamu melaju ke tahap selanjutnya, yakni wawancara.

Nah, tes wawancara ini yang sering bikin kamu panas dingin.

Perasaan kamu campur aduk antara takut, nggak pede, bingung, dan cemas.

Untuk mengurangi kecemasan kamu, ada baiknya kamu rajin bertanya pada orang tua, guru/dosen, kakak, atau teman yang sudah pernah mengalaminya.

Siapa tahu mereka mau berbagi pengalaman tentang pertanyaan wawancara kerja apa saja yang biasa diberikan.

Pertanyaan Wawancara Kerja yang Penting   
          
Sudah tentu tidak semua wawancara kerja memiliki pertanyaan yang sama.

Hal tersebut bergantung pada posisi yang kamu lamar dan juga siapa yang menjadi pewawancara.

Jika kamu bertemu dengan user atau mereka yang mempekerjakan kamu nantinya, tentu pertanyaan yang diberikan bisa lebih spesifik.

Namun demikian, ada 6 pertanyaan wawancara kerja yang sering ditanyakan kepada kamu yang baru lulus sekolah atau kuliah.

Yuk, simak bersama!
Baca Juga : Catat! Ini 11 Situs Lowongan Kerja Terbaik dan Terpercaya 2018
1. Silakan ceritakan tentang dirimu

Banyak banget para pencari kerja yang terperangkap dalam pertanyaan ini.

Kalau penanya mengajukan permintaan tersebut, kamu tidak perlu panjang lebar menceritakan makanan favorit, buku kesukaan, atau kehidupan pribadi.

Oke, kecuali jika pewawancara memang menanyakan hal tersebut.

Lebih baik, jawab tentang apa yang kau sukai, pengalaman berkesan, atau hobi yang work-related.

Coba cek jawaban berikut ini,

“Saya senang berorganisasi sejak SMA. Beberapa kali terlibat dalam kepanitiaan kegiatan berskala besar, baik di sekolah maupun kampus. Hal itu membuat saya terbiasa bekerja dalam tim.”

2. Coba ceritakan kelebihan dan kekurangan diri kamu


Meski terdengar klise, ternyata susah lho menjawab pertanyaan ini.

Kebanyakan orang berpikir untuk melebih-lebihkan diri ketimbang membongkar kekurangan diri.

Padahal, pewawancara ingin tahu seberapa jauh kamu kenal dan yakin pada kemampuan diri sendiri.

Selain itu, mereka juga penasaran bagaimana cara kamu menyiasati kekurangan yang ada menjadi sebuah kelebihan.

Makanya, poin terpenting saat menjawab pertanyaan ini adalah jawab sejujurnya sesuai keadaan diri sendiri.

Just be yourself. 

Contohnya seperti ini,“Saya ini pelupa, tetapi saya selalu buat to-do-list apa saja yang harus dilakukan hari itu supaya mudah mengingatnya.”

3. Mengapa kamu tertarik melamar pada posisi/perusahaan ini?

Pertanyaan ini jadi alasan kenapa kamu harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang posisi atau perusahaan yang kamu tuju.

Jangan sampai deh kamu cuma bengong saat ditanya.

Soalnya, ini peluang kamu untuk ‘menjual’ potensi dirimu.

Sekali lagi, jawaban jujur, tulus, dan positif bisa jadi penyelamat kamu.

Jawaban berikut bisa jadi contoh. “Saya ingin karya saya dikenal secara luas. Jika bisa menjadi desainer grafis di media sebesar perusahaan Bapak, berarti saya punya kesempatan untuk mengembangkan diri.”

4. Bagaimana dengan besaran gaji yang kamu harapkan?

Bicara soal gaji itu bukan hal tabu saat wawancara.

Malah, ini merupakan salah satu pertanyaan wawancara kerja yang paling tricky.

Perusahaan penasaran, seberapa serius kamu melamar kerja di tempat mereka.

Kalau kamu serius, pasti kamu sudah browsing lebih dulu berapa kisaran gaji untuk fresh graduate dengan posisi yang dituju.

Coba deh cek di situs lowongan kerja, biasanya ada informasi soal besaran gaji di Indonesia.

Jika kamu well-informed soal gaji, kamu bisa memberikan nominal pada rentang yang pas juga.

Contohnya, untuk staf administrasi di institusi pendidikan, gaji fresh graduate ada di kisaran Rp3 juta – Rp4juta.

Dengan minim pengalaman, nggak mungkin dong kamu langsung menyebut angka Rp5juta?

5. Mengapa perusahaan harus memilih kamu untuk mengisi posisi ini?

Mirip-mirip ya dengan pertanyaan nomor dua tadi?

Biasanya nih, pertanyaan ini sering muncul pada bagian akhir sesi wawancara.

Saat menjawab, berusahalah untuk tetap rendah hati.

Sebab kalau kamu terlalu percaya diri dengan melebih-lebihkan kekuatan diri, perusahaan malah tidak terkesan.

Namun, jangan pula terlalu minder alias rendah diri, seperti “Ya, menurut saya itu kembali pada Bapak. Saya merasa kurang pantas menilai diri apakah saya layak untuk posisi ini.”

Kamu terkesan tidak percaya diri dan tidak yakin pada kemampuan diri.

Lebih baik, pilih satu atau dua kalimat yang to the point, tetapi bisa menggambarkan kualitas diri beserta kontribusi yang dapat kamu tawarkan pada perusahaan.

Jawaban ini bisa dicoba, “Dengan ide segar dan kreativitas yang saya miliki, saya yakin bisa memberikan desain unik dan menarik untuk meningkatkan penjualan perusahaan.”

6. Ada hal lain yang ingin kamu tanyakan?

Sebagai penutup, pertanyaan ini kerap dilontarkan pewawancara.

Kamu harus memanfaatkan kesempatan ini untuk merespons positif sesi wawancara yang telah berlangsung.

Sebisa mungkin tanyakan sesuatu, terutama yang terkait pekerjaan kamu nantinya.

Mulai dari job description, peraturan kerja, hak kamu sebagai pegawai, budaya perusahaan, hingga peluang untuk tugas-tugas ke luar kota.

Pertanyaan tersebut menunjukkan keseriusan kamu dalam melamar pekerjaan.

Plus, mereka tahu bahwa kamu sungguh-sungguh menyimak dan hadir 100% selama proses wawancara berlangsung.

Makanya, jangan sampai kamu tidak punya pertanyaan ya.

Menurut kamu, mana sih dari keenam pertanyaan wawancara kerja di atas yang paling sulit dijawab?

Tak ada yang sulit dijawab jika kamu tahu satu hal.

Modal menjawab semua pertanyaan itu hanya ini: kenali dirimu sendiri luar dalam.

Ini akan tercermin dalam setiap sikap, perilaku, dan tutur kata kamu selama wawancara berlangsung.

Gunakan daftar pertanyaan di atas untuk berlatih sambil terus memompa semangat dan motivasi diri kamu.

Semoga berhasil!

Ayo bantu bagikan artikel ini ke:

Facebook Google+ Twitter

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Waspada! Pertanyaan Penting Ini Jadi Penentu Saat Wawancara Kerja"

Post a Comment