Admin Content Writer dengan orientasi edukasi. Tengah belajar Bahasa Jerman di Universitas Negeri Surabaya

Memahami Konsep Backlink Secara Fundamental

3 min read

Backlink merupakan salah satu indikator penentu ranking suatu website dalam penelusuran Google. Seringkali saya menemukan banyak mispersepsi tentang backlink di kalangan blogger dan content writer. Untuk memahami backlink secara tepat, kali ini kita akan membahas konsep backlink secara fundamental.

Algoritma Google : Page Rank

Memahami Konsep Backlink Secara Fundamental

Jika berbicara soal SEO tentu kita tidak akan lepas dari yang namanya Backlink. Secara sederhana backlink merupakan link dari website lain yang mengarah ke halaman website kita. Tidak diragukan lagi bahwa Backlink merupakan salah satu faktor SEO yang menentukan ranking website kita dimata Google.

Sistem ranking tersebut dijalankan oleh algoritma yang bernama Page Rank. Tidak seperti Yahoo dan Bing yang menampilkan hasil penelusuran hanya berdasarkan konten, Google datang dengan ide baru yakni perankingan, yang kemudian membawa perubahan besar dalam dunia mesin penelusuran. Perankingan ini bertujuan untuk memisahkan website terpercaya dan website baru atau website yang mencurigakan.

Jadi meskipun kalian membuat konten yang sangat berkualitas, belum tentu kalian dapat mengalahkan website dengan Page Rank yang tinggi. Misal saja tribunnews.com. jika kalian masuk kedalam grup blogger indonesia di Facebook, kalian akan menemukan banyak blogger atau konten writer yang mengeluh karena tribunnews menggarap keyword apapun.

Hal ini membuat para blogger dan content writer merasa frustasi karena tidak dapat bersaing dengan website raksasa tersebut.

Kesalah Pahaman Tentang Backlink

Memahami Konsep Backlink Secara Fundamental

Backlink merupakan salah satu indikator Page Rank suatu website. Tidak heran bahwa Blogger dan Content Writer khususnya di Indonesia sangat mementingkan Backlink. Tapi terdapat kesalahan yang sangat mendasar dalam pola pikir Blogger dan Content Writer di Indonesia.

Kebanyakan Blogger serta Content Writer di Indonesia memiliki pola pikir Quantity base Oriented dimana kita lebih mementingkan jumlah backlink dibanding kualitasnya.

Selain itu banyak dari kita juga memiliki mispersepsi terhadap Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA). Kesalahan pola pikir dan mispersepsi ini membawa kita pada pendekatan yang salah.

Demi mendapat backlink dalam jumlah banyak dan memiliki DA/PA yang tinggi, seringkali kita melakukan kegiatan yang “Spammy”. Mulai dari komen spam di post blog atau website lain, menggunakan tools backlink auto generator sampai dengan membeli backlink.

Kita tahu bahwa Google tidak menyukai spam dalam bentuk apapun, begitu juga kita. Tentu akan sangat mengganggu jika hasil penelusuran kita berisikan konten spam atau AGC.

Terlebih dahulu kita harus memahami bahwa misi awal Google adalah mengorganisir informasi dan membuatnya mudah di akses serta bermanfaat. Oleh karena itu Google memberikan penalty pada website yang melakukan Spamming.

Pengertian Backlink Secara Fundamental

Memahami Konsep Backlink Secara Fundamental

Secara Fundamental backlink merupakan bentuk “vote” dari website lain terhadap website kita. Dengan memberikan backlink terhadap suatu website, berarti kita juga menyatakan bahwa “Hey saya mengambil referensi dari website ini dan saya memvalidasi bahwa website ini memiliki konten yang valuable”.

Memang, semakin banyak website dan backlink yang mengarah ke situs kita maka semakin baik. Tapi tidak hanya meningkatkan reputasi, backlink juga dapat menurunkan nilai website kita dimata Google. Hal ini dikarenakan Google tidak hanya menilai backlink dari jumlah atau kuantitasnya saja tapi juga kualitas backlink itu sendiri.

Kualitas backlink dinilai dari beberapa aspek seperti :

  1. Ranking website yang memberi backlink
  2. Peletakan backlink
  3. Intensitas dan Keunikan Link

Seperti halnya rekomendasi di dunia nyata, orang-orang akan lebih percaya jika seorang dosen merekomendasikan kalian pada Bos Perusahaan daripada mantan narapidana. Selain itu peletakan link pada konten merupakan hal yang sangat krusial.

Dibanding sekedar link yang mengarah ke website kita, backlink akan lebih bernilai apabila disematkan secara kontekstual. Lalu intensitas dan keunikan link juga cukup mempengaruhi nilai suatu backlink.

Tentu akan mencurigakan bila satu website terus menerus memberikan link ke website yang sama. Hal ini dapat menimbulkan kecurigaan „spam“. Selain jumlah link, Google juga menghitung jumlah domain yang mengarah pada website kita. Walau terdapat 100 link yang mengarah ke website kita, tentu tidak akan begitu berarti jika hanya berasal dari 1 website yang sama.

Metode Black Hat yang Spammy

Memahami Konsep Backlink Secara Fundamental

Dalam dunia SEO kita akan mengenal istilah White Hat SEO dan Black Hat SEO. White hat disematkan untuk metode yang jujur dan „Baik“. Sedangkan Black Hat seringkali diasosiasikan dengan kegiatan curang dan kotor. Banyak metode yang bisa kita lakukan untuk meningkatakan Backlink.

Tapi secara garis besar cara terbaik untuk mendapatkan backlink adalah dengan membuat konten sebaik mungkin. Dengan membuat konten sebaik mungkin, cepat atau lambat akan ada website yang mengambil konten kita sebagai bahan referensinya.

Tapi metode ini membutuhkan waktu dan effort yang besar dalam pengerjaannya. Mungkin butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk membangun konten agar dapat dipercaya.

Ditambah lagi kita akan bersaing dengan kompetitor dibidang yang sama. Hasilnya banyak dari kita yang memilih jalan pintas yakni Black Hat SEO. Meskipun curang dan kotor metode ini terbilang “masih bekerja” dan membutuhkan waktu yang lebih singkat dibanding metode konvensional. Adapun beberapa metode Black Hat untuk mendapat backlink seperti :

  1. Spamming di Kolom Komentar
  2. Menggunakan Bot
  3. Menulis di Forum dengan konten „Ampas“
  4. Menulis Guest post dengan konten „Ampas“
  5. Membeli Backlink
  6. Membuat Blog PBN

Meski cepat dan lebih mudah, bisa dibilang metode Black hat ini sangat tidak efektif dan hanya bergantung pada unsur „Hoki“. Pada prakteknya, mula luma spammer akan melakukan research aged domain dengan jumlah besar dan membeli puluhan domain.

Domain tersebut nantinya akan diisi dengan Auto Generated Content atau sering disingkat AGC. Selebihnya mereka akan menyuntik backlink dengan tools GSA atau sejenisnya.

Terakhir mereka hanya akan menunggu dan melihat statistik setiap domain dan memilah mana domain yang work dan mana yang tidak. Selanjutnya mereka akan meng eksploitasi domain tersebut sampai dengan penalty atau suspend Google.

Dari gambaran ini kita bisa tahu bahwa untuk menjadi spammer dan menggunakan teknik Black hat, kita membutuhkan banyak modal serta bergantung pada hal yang tidak pasti.

Ini Kenapa Kalian Harus Berhenti Spamming!

Memahami Konsep Backlink Secara Fundamental

Google benci spam, begitu juga dengan kita. Spamming adalah kegiatan membagikan sesuatu secara membabibuta dengan ekspektasi tertentu. Semua orang benci spam dan spamming tidak bekerja dengan baik. Disetiap update algoritmanya, Google selalu meningkatkan relevansi penelusuran. Salah satu relevansi penelusurannya yakni untuk menghindari Spam.

Selain mesin penelusaran, Google juga meluncurkan bot perambah yang menjelajahi website dari link kelink. Itu mengapa Google tahu mana website yang spamming dan mana yang tidak. Saat google menemukan link yang terindikasi spam, misal bot comment, auto generated content dan lain sebagainya, Google akan memberikan label spam pada link tersebut.

Tentu akan buruk bagi kita menerima backlink dengan cara tersebut. Bisa saja Google menganggap website kita melakukan promosi yang tidak wajar serta menganggap kita melakukan Spam. Akibatnya kita bisa saja mendapatkan penalty atau deindex dari penelusuran Google.

Oke saya rasa sekian untuk artikel kali ini. Selanjutnya kita akan membahas tentang cara atau metode membangun backlink berkualitas. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Jika kalian menyukai artikel ini atau kalian memiliki pertanyaan tentang topik terkait, silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar dibawah ini! Saya Arjun dan Salam Mahasiswa!

Admin Content Writer dengan orientasi edukasi. Tengah belajar Bahasa Jerman di Universitas Negeri Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *