Admin Content Writer dengan orientasi edukasi. Tengah belajar Bahasa Jerman di Universitas Negeri Surabaya

Cara Menjadi Peringkat Satu di Google (Pembahasan Konseptual)

5 min read

Menjadi peringkat satu di Google berarti mendapat banyak traffic. Mendapat banyak traffic berarti lebih banyak konversi. Lebih banyak konversi berarti lebih banyak closing atau klik. Lebih banyak closing atau klik berarti lebih banyak uang. Jadi peringkat satu di google sama dengan uang!

Ya! Simulasi sederhana tadi cukup menjelaskan kenapa orang-orang belajar SEO dan berlomba-lomba untuk menjadi peringkat satu di Google. Dibanding membahas teknik, kita akan mempelajari tentang konsep terlebih dahulu. Sama halnya dengan matematika.

Jika kalian hanya menginginkan hasil cukup hafalkan dan gunakan rumus yang sudah ada. Tapi jika kalian ingin menjadi ahli dibidang itu, pahami konsepnya dan buat rumus terbaik versimu sendiri.

Misi Google

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Google dilahirkan di kamar asrama dua orang mahasiswa asal Stanford University, Larry dan Sergey. “to organize the world’s information and make it universally accessible and useful.” Begitulah misi awal saat google masih belum menjadi perusahaan resmi.

Google lantas mendapat banyak perhatian bahkan sampai ke silicon vally dan pada Agustus 1998 Co-Founder Sun, Andy Bechtolsheim memberikan check sebesar $100.000 pada Larry dan Sergey. Akhirnya berdirilah Google Inc.

Dari sejarah singkat diatas kita bisa melihat contoh dua orang jenius dengan idealismenya yang bertemu dengan peluang sehingga lahir sebuah mahakarya seperti Google. Idealisme Google yakni untuk mengorganisir informasi dari seluruh dunia dan membuatnya mudah di akses dan bermanfaat.

Dari sini kita mendapatkan tiga kata kunci atau gagasan utama Google yakni “Mengorganisir Informasi, Mudah di Akses dan Bermanfaat”. Selama kita mengikuti idealisme Google dan memiliki visi atau setidaknya misi yang sama, maka tidak sulit untuk menjadi peringkat 1 di Google.

Algoritma Google

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Lebih dari 10 tahun Google selalu melakukan update Algoritma secara berkala. Update tersebut selalu memiliki tujuan yang sama yakni untuk menyajikan Informasi terbaik dan paling relevan. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi peringkat di penelusuran google seperti Aksesibilitas dan Kualitas konten.

Sekali lagi, semuanya akan kembali ke misi awal google yakni mengorganisir informasi dari seluruh dunia dan membuatnya mudah di akses dan bermanfaat. Walau memegang tinggi idealismenya, Google tetaplah perusahaan pada umumnya dengan orientasi profit.

Banyak produk google seperti Google Ads, Google Drive dan You Tube sebagai salah satu bentuk pemasukan utama Google Inc. Oleh karenanya, kepuasan User atau pengguna sangat dijunjung tinggi oleh Google. Hal ini terbukti dari 16 Major Update Algoritma Google sampai dengan akhir 2020.

  1. The Panda Update (2011) menambahkan core atau inti algoritma perankingan.
  2. The Penguin Update (2012) menambahkan prioritas terkait kualitas konten.
  3. The Hummingbird Update (2013) meningkatkan kecerdasan algoritma dengan menambahkan penelusuran intrepretasi semantic.
  4. The Mobile Update (2015) mendorong website untuk menjadi mobile friendly
  5. The Quality Update (2015) memberikan reward kepada website dengan konten berkualitas dan user expirenced.
  6. The Rank Brain Update (2015) memperkenalkan AI pada algoritma Google.
  7. The AdWord Update (2016) merubah penempatan iklan AdWord
  8. Mobile Interstilial Penalty (2017) Memberikan penalty kepada website yang menampilkan iklan berlebihan dan menutupi pandangan users.
  9. The Google “Fred” Update (2017) (unconfirmed updated) men-takedown website yang menomer duakan konten.
  10. “Medic” Core Update (2018) meningkatkan fitur terkait kesehatan dan memberikan reward pada website dengan topik isu kesehatan.
  11. Site Diversity (2019) menghilangkan konten ganda atau duplikat konten untuk hasil penelusuran yang lebih relefan.
  12. September Core (2019) fix issue dari update sebelumnya.
  13. BERT (2019) mengimplementasikan pemahaman konteks dari kalimat utuh algoritma penelusuran.
  14. January Core (2020) penekanan Kepakaran, Autoritas dan Kelayakan atau kepercayaan informasi untuk melawan informasi hoax.
  15. May Core (2020) membuat penelusuran lebih mudah dan lebih relevan guna memenuhi kebutuhan informasi selama pandemic
  16. December Core (2020) menekankan kualitas konten diatas “pedoman” atau template konten.

Setelah membaca log update diatas apa yang bisa kalian simpulan? Coba tulis di kolom komentar!

Faktor Penentu Ranking di Google

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Setelah membahas idealisme dan algoritma google, sekarang saatnya kita untuk menyusun inforamsi yang sudah terkumpul kedalam satu kesimpulan yang utuh. Beriku saya menyusun 3 faktor utama berdasarkan idealisme misi Google dan berdasarkan update algoritma di atas.

1. Informasi (Kualitas Konten)

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Misi pertama Google yakni untuk mengorganisir informasi dari seluruh dunia. Tentu Google telah merambah ratusan juta konten dengan kualitas tinggi sampai dengan konten duplikat atau spam. Setelah melakukan perambahan, Google akan menilai kualitas suatu konten berdasarkan Kepakaran, Originalitas dan Keabsahan penulis atau situs penerbitnya.

Untuk dapat melakukan pengorganisasian tersebut, Google memberikan perankingan situs dengan beberapa indikator. Diantaranya :

Usia Website

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Banyak pakar SEO mengatakan bahwa usia kini tidak lagi relevan sebagai variabel perankingan. Tapi untuk saya pribadi, Usia Website dapat menjadi bentuk kontinuitas atau konsistensi serta track record dari suatu website.

Jumlah Konten

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Jumlah Konten juga merupakan salah satu bentuk track record dari suatu website. “Kualitas lebih baik dari kuantitas”. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Tapi bagaimana dengan kasus website yang berorientasi pada kualitas artikel tapi juga konsiten terhadap kuantitas artikelnya? “Kualitas + Kuantitas” banyaknya konten berkualitas menjadi bentuk keabsahan dan kepakaran dari suatu website.

Kepakaran dan Orisinalitas

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Authoritas merupakan faktor serupa. Disetiap artikel yang kita terbitkan, kita mencantumkan „Nama Penulis/Author“. Nama tersebut ter-rekam dalam meta data yang nantinya terbaca oleh robot perambah Google. Semakin sering seorang penulis/author menerbitkan artikel disuatu bidang, maka semakin terpercaya dari waktu ke waktu.

Perujukan (Linking)

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Seorang penulis atau author tidak lantas dianggap sebagai pakar hanya dari kuantitas informasi yang sudah diterbitkan. Perlu adanya validasi dari informasi yang sudah ia terbitkan. Disini terdapat 3 bentuk linking yang dapat memvalidasi hal tersebut.

Backlink

Backlink merupakan bentuk perujukan terhadap artikel kita dari website lain. Apabila webite kita dirujuk atas suatu topik secara terus menerus oleh website yang memang berkualitas, maka backlink yang kita dapat menjadi bukti kredibilitas informasi  yang kita bagikan.

Internal Linking

Selain perujukan dari website lain, perujukan internal terkait topik serupa atau istilah yang relevan merupakan bentuk kedalaman suatu konten. Hal tersebut menunjukkan setiap artikel memiliki struktur dan saling berkaitan.

External Linking

Sama halnya internal linking, external linking merupakan perujukan terhadap suatu topik atau istilah terkait kepada suatu artikel dari website lain. Banyak orang berfikir bahwa memberikan kredit atau backlink terhadap situs lain akan menguntungkan pihak tersebut dan enggan untuk melakukan external linking.

Tapi nyatanya external linking sering digunakan di website seperti Wikipedia dan Google itu sendiri. Asalkan bukan website competitor, saya rasa it just fine!

Domain Rank dan Page Rank

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Domain Rank (DR) dan Page Rank (PR) merupakan bentuk penilaian yang di akumulasikan oleh pihak ketiga seperti Alexa, Semrush atau Ubersuggest untuk memperkirakan peringkat website dimata Google. Tapi menurut saya pribadi, Domain Rank dan Page Rank merupakan representasi dari apa yang sudah dipaparkan diatas.

2. Aksesibilitas (User Experience)

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

User Experience merupakan faktor yang sangat mudah dilihat dan kasat mata. Sebagai user awam sekalipun kita bisa memutuskan mana website yang nyaman dan tidak. Yang dimaksud aksesibilias disini yakni kemudahan pengguna untuk mengakses informasi. Sejalan dengan misi kedua Google yakni Kemudahan Aksesibilitas.

Adapun komponen user experience diantaranya :

Kecepatan

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Di dunia dengan hyper reality sekarang ini, bukan lagi sekedar kebutuhan, kecepatan kini sudah menjadi hal yang wajib. Coba ingat kembali! Saat kalian hendak mencari informasi di Google dan meng-klik website tapi website tersebut sangat lemot dan tidak kunjung terbuka. Kita semua melakukan yang sama. Kita menekan tombol “kembali” dan mencari website lain.

Kecepatan juga terbukti menjadi salah satu fokus Google guna meningkatan user experience. Di luncurkannya fitur AMP untuk tampilan mobile dan Pagespeed Insight untuk meningkatkan kecepatan website sudah cukup membuktikanya.

Keamanan

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Di dunia serba digital ini, informasi menjadi barang yang sangat berharga. Terlebih informasi sensitif terkait data diri atau informasi terkait perbankan serta kartu pembayaran. Tidak lucu jika tiba-tiba ada rentenir menagih hutang kartu kredit tanpa sepengetahuan kita. Google memprioritaskan keamanan dengan mempromosikan website dengan sertifikasi SSL.

SSL atau HTTPS secara sederhana merupakan enskripsi keamanan yang memastikan informasi yang kalian masukkan kedalam suatu website tidak diketahui siapapun kecuali atas persetujuan kalian. Salin itu Google akan melakukan takedown terhadap website dengan potensi Fraud demi keamanan user.

Keterbacaan

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Kita semua bisa sepakat bahwa website dengan iklan berlebihan dan pop up terus menerus adalah website yang sangat menyebalkan. Google amat perduli terhadap keterbacaan konten. Sebagai bukti, Google Adsense akan memberikan teguran keras bahkan sampai banned akun apabila memanipulasi peletakan iklan di tempat yang menutupi konten.

Di Pagespeed Insight Google dan Google Search Console Google juga memiliki fitur tentang keterbacaan konten. Apabila teks terlalu kecil atau tertutup oleh iklan maupun widget lainnya maka akan muncul banyak warning agar pemilik website segera membenahinya.

Mobile Friendly

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Meledaknya penggunaan smartphone merupakan salah satu pendorong dari perilaku penelusuran baru. Kini 80% Penelusuran Google datang dari penelusuran mobile. Memaksimalkan responsibilitas website pada perangkat ponsel pintar merupakah salah satu upaya meningkatkan user experience.

Google selaku pengembang sistem oprasi Android tentu mendorong website untuk lebih mobile friendly. Google juga meluncurkan fitur Google AMP yakni akselerasi laman untuk pengguna ponsel demi pengalaman terbaik.

Kenyamanan

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Semua komponen sebelumnya mengarah pada satu tujuan yang sama yakni kenyamanan pengunjung. Sekali lagi, pengunjung atau user adalah raja yang harus dilakukan sebaik mungkin dengan konten terbaik dan aksesibilitas atau user experience terbaik pula.

3. Kebermanfaatan (Relevancy)

Menjadi Peringkat Satu di Google Secara Konseptual

Misi ketiga Google yakni Kebermanfaatan atas informasi atau bisa disebut Relevansi. Google selalu melakukan update secara berkala. Google meningkatkan pemahaman algoritma penelusuran mulai dari penerapan query sampai dengan pemahaman konteks penelusuran dan akan terus berkembang. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan relevansi penelusuran guna memberikan hasil penelusuran terbaik.

Tidak ada komponen pasti dari “relevancy” yang dimaksud Google. Yang pasti yakni Google akan berusaha menyampaikan informasi paling sesuai dengan apa yang dicari users. Dibanding konten yang kaku dan terkesan Templated, Google memberikan highlight terhadap artikel dengan sudut pandangnya masing-masing sesuai kebutuhan users.

Misalkan artikel ini yang membahas Konsep perankingan akan lebih relefan untuk mereka yang ingin belajar secara konseptual. Berbeda dengan artikel lain dengan tema serupa tapi mengambil sudut pandang seperti “17 Faktor Penentu Ranking Google“ yang lebih berorientasi pada pembelajaran berbasis empiris.

Oke sekian untuk artikel tentang konsep perankingan Google. Semoga artikel ini bermanfaat! Apabila kalian suka dengan artikel kali ini ataupun memiliki pertanyaan terkait topik ini, silahkan sampaikan di kolom komentar di bawah ini. Saya Arjun, Salam Mahasiswa!

Admin Content Writer dengan orientasi edukasi. Tengah belajar Bahasa Jerman di Universitas Negeri Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *